Panduan Budidaya Bawang Putih di Dataran Tinggi
Bawang putih (Allium sativum) adalah salah satu komoditas pertanian bernilai tinggi yang banyak dibutuhkan untuk konsumsi maupun industri obat. Tanaman ini tumbuh optimal di dataran tinggi dengan ketinggian lebih dari 700 mdpl, suhu 15-25°C, dan tanah yang subur serta memiliki drainase baik.
Dalam panduan belajar pertanian ini, kita akan membahas secara lengkap cara budidaya bawang putih di dataran tinggi, mulai dari pemilihan bibit, persiapan lahan, perawatan, hingga panen agar hasil yang diperoleh optimal.
Syarat Tumbuh Bawang Putih
Untuk mendapatkan hasil maksimal, bawang putih membutuhkan kondisi lingkungan yang tepat:
- Ketinggian: 700-1200 mdpl
- Suhu optimal: 15-25°C
- Curah hujan: 1000-1500 mm/tahun
- Jenis tanah: Lempung berpasir, kaya bahan organik, pH 6-7
- Cahaya matahari: Penuh sepanjang hari
Pemilihan Bibit
Pilih bibit bawang putih yang berkualitas dengan kriteria berikut:
- Ukuran umbi besar dan seragam
- Bebas dari hama dan penyakit
- Sudah melewati masa dormansi (sekitar 2 bulan setelah panen)
Sebelum ditanam, rendam bibit dalam larutan fungisida atau air hangat selama 10-15 menit untuk mencegah serangan jamur.
Persiapan Lahan
- Pengolahan Tanah
- Bajak atau cangkul tanah sedalam 20-30 cm agar gembur.
- Campurkan pupuk kandang atau kompos sebanyak 20 ton per hektar.
- Buat bedengan dengan lebar 1 meter, tinggi 20 cm, dan jarak antar bedengan 40 cm.
- Pemasangan Mulsa Plastik
- Gunakan mulsa plastik hitam perak untuk menjaga kelembapan dan menghambat pertumbuhan gulma.
- Buat lubang tanam dengan jarak 10x15 cm.
Penanaman Bawang Putih
- Tanam siung bawang putih dengan ujung runcing menghadap ke atas.
- Kedalaman tanam sekitar 2-3 cm.
- Siram secukupnya setelah penanaman.
Perawatan Tanaman
-
Penyiraman
- Lakukan penyiraman 2 kali sehari pada musim kemarau, dan secukupnya saat musim hujan.
-
Pemupukan
- Pupuk dasar: Pupuk kandang atau kompos.
- Pupuk susulan:
- Umur 2 minggu: Urea, TSP, dan KCl (1:1:1)
- Umur 1 bulan: Pupuk nitrogen (seperlunya)
- Umur 45 hari: Pupuk kalium untuk mempercepat pembesaran umbi
-
Pengendalian Hama dan Penyakit
- Gunakan pestisida nabati atau insektisida sesuai kebutuhan.
- Pastikan tanaman tidak terkena jamur atau busuk akar dengan menjaga drainase tanah.
-
Penyiangan
- Cabut gulma secara berkala agar tidak mengganggu pertumbuhan bawang putih.
Panen dan Pascapanen
- Bawang putih siap dipanen setelah berumur 90-120 hari setelah tanam.
- Ciri-ciri bawang putih siap panen:
- Daun mulai menguning dan layu.
- Umbi sudah terbentuk sempurna dan padat.
- Cara panen:
- Cabut tanaman secara perlahan.
- Jemur di tempat teduh selama 7-14 hari agar kulit luar mengering.
- Penyimpanan:
- Simpan bawang putih di tempat sejuk dan kering untuk mencegah pembusukan.
Kesimpulan
Budidaya bawang putih di dataran tinggi dapat menghasilkan panen yang melimpah jika dilakukan dengan teknik yang benar. Mulai dari pemilihan bibit unggul, persiapan lahan yang baik, perawatan rutin, hingga proses panen yang tepat, semua faktor ini akan menentukan keberhasilan budidaya. Dengan mengikuti panduan ini, petani dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas bawang putih yang dihasilkan.