Cara Menanam Singkong dengan Metode Tumpang Sari
Metode tumpang sari merupakan salah satu teknik bercocok tanam yang mengombinasikan beberapa jenis tanaman dalam satu lahan. Metode ini tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan tetapi juga membantu dalam pengendalian hama dan optimalisasi penggunaan nutrisi tanah. Salah satu tanaman yang cocok untuk sistem tumpang sari adalah singkong. Singkong (Manihot esculenta) merupakan tanaman umbi yang tahan terhadap kondisi tanah kurang subur dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
Artikel ini akan membahas secara lengkap teknik menanam singkong dengan metode tumpang sari agar hasil panen lebih optimal.
1. Keunggulan Metode Tumpang Sari dalam Budidaya Singkong
Sebelum membahas cara menanam singkong dengan metode tumpang sari, penting untuk mengetahui keuntungan dari metode ini:
- Meningkatkan produktivitas lahan – Dalam satu lahan, lebih dari satu jenis tanaman dapat dibudidayakan sekaligus, sehingga hasil panen lebih beragam.
- Mengurangi risiko gagal panen – Jika satu tanaman mengalami serangan hama atau gagal tumbuh, tanaman lain masih bisa memberikan hasil.
- Meningkatkan kesuburan tanah – Kombinasi tanaman dengan perakaran dan kebutuhan nutrisi berbeda dapat membantu menjaga keseimbangan unsur hara dalam tanah.
- Menekan pertumbuhan gulma – Dengan menanam berbagai tanaman dalam satu area, pertumbuhan gulma bisa berkurang karena ruang dan cahaya yang terbatas.
- Mengurangi serangan hama dan penyakit – Tanaman yang beragam dalam satu lahan dapat menghambat perkembangan hama yang biasanya menyerang tanaman monokultur.
2. Pemilihan Tanaman Pendamping untuk Tumpang Sari dengan Singkong
Dalam metode tumpang sari, pemilihan tanaman pendamping sangat penting untuk menghindari kompetisi yang merugikan. Berikut beberapa tanaman yang cocok untuk ditanam bersama singkong:
- Kacang tanah – Tanaman ini memiliki perakaran dangkal dan mampu menambah unsur nitrogen dalam tanah melalui simbiosis dengan bakteri Rhizobium.
- Jagung – Dengan perakaran yang lebih dalam, jagung bisa berbagi nutrisi dengan singkong tanpa saling bersaing secara langsung.
- Cabai – Memiliki perakaran yang tidak terlalu luas dan dapat tumbuh dengan baik di sela-sela tanaman singkong.
- Ubi jalar – Bisa ditanam sebagai tanaman penutup tanah untuk menjaga kelembaban tanah dan mencegah erosi.
- Sayuran daun (bayam, kangkung, sawi) – Memiliki siklus panen yang lebih singkat, sehingga bisa dipanen sebelum singkong tumbuh besar.
3. Persiapan Lahan untuk Budidaya Tumpang Sari
Sebelum menanam singkong dengan metode tumpang sari, persiapan lahan menjadi langkah awal yang sangat penting. Berikut adalah tahapan persiapan lahan:
a. Pengolahan Tanah
- Bersihkan lahan dari gulma dan sisa tanaman sebelumnya.
- Lakukan pembajakan atau pencangkulan tanah sedalam 20-30 cm agar tanah lebih gembur.
- Jika tanah tergolong asam (pH di bawah 5,5), lakukan pengapuran menggunakan dolomit.
- Buat bedengan dengan lebar 100-120 cm dan tinggi sekitar 30 cm agar air tidak menggenang.
b. Pemupukan Dasar
- Gunakan pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos sebanyak 10-15 ton per hektar.
- Tambahkan pupuk NPK dengan dosis 100 kg/ha sebagai pupuk dasar.
- Jika menanam kacang tanah sebagai tanaman pendamping, pemupukan nitrogen bisa dikurangi karena kacang tanah mampu mengikat nitrogen dari udara.
4. Cara Menanam Singkong dengan Metode Tumpang Sari
a. Pemilihan Bibit Singkong
- Gunakan batang singkong dari tanaman yang berumur 8-12 bulan.
- Pilih batang yang sehat, bebas dari penyakit, dan memiliki diameter minimal 2 cm.
- Potong batang sepanjang 20-25 cm dengan 5-7 mata tunas.
b. Penanaman Singkong
- Buat lubang tanam dengan kedalaman 5-10 cm dan jarak antar lubang sekitar 80-100 cm.
- Tancapkan batang singkong secara tegak atau miring dengan bagian tunas menghadap ke atas.
- Tutup lubang tanam dengan tanah dan padatkan sedikit agar batang tidak mudah roboh.
c. Penanaman Tanaman Pendamping
- Untuk kacang tanah: tanam dengan jarak 20 cm dari batang singkong dan buat barisan sejajar dengan singkong.
- Untuk jagung: tanam di antara barisan singkong dengan jarak sekitar 50 cm.
- Untuk cabai atau sayuran daun: tanam di sela-sela bedengan agar tidak mengganggu pertumbuhan singkong.
5. Perawatan Tanaman dalam Sistem Tumpang Sari
a. Penyiraman
- Lakukan penyiraman secara rutin terutama pada musim kemarau.
- Tanaman sayuran dan cabai membutuhkan penyiraman lebih sering dibandingkan singkong.
b. Penyiangan dan Pengendalian Gulma
- Singkong relatif tahan terhadap gulma, tetapi tanaman pendamping seperti cabai dan kacang tanah lebih rentan terhadap persaingan gulma.
- Lakukan penyiangan setiap 3-4 minggu sekali.
c. Pemupukan Lanjutan
- Setelah tanaman berumur 1 bulan, berikan pupuk tambahan berupa pupuk organik cair atau NPK.
- Untuk kacang tanah, cukup diberikan pupuk fosfor dan kalium karena sudah mendapatkan nitrogen dari bakteri Rhizobium.
d. Pengendalian Hama dan Penyakit
- Gunakan pestisida nabati atau pestisida hayati untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
- Hama yang umum menyerang singkong adalah kutu putih dan ulat grayak, sementara jagung sering diserang oleh hama penggerek batang.
6. Panen dan Pascapanen
a. Panen Tanaman Pendamping
- Sayuran daun bisa dipanen lebih awal (sekitar 30-45 hari setelah tanam).
- Jagung dan kacang tanah bisa dipanen sekitar 3-4 bulan setelah tanam.
- Panen tanaman pendamping sebelum singkong membesar agar tidak mengganggu pertumbuhannya.
b. Panen Singkong
- Singkong siap dipanen pada umur 7-10 bulan.
- Gali tanah di sekitar batang, kemudian cabut singkong secara perlahan agar tidak merusak umbi.
- Bersihkan tanah yang menempel dan simpan singkong di tempat yang teduh sebelum dikirim ke pasar.
Kesimpulan
Metode tumpang sari dalam budidaya singkong sangat menguntungkan karena meningkatkan efisiensi lahan, mengurangi risiko gagal panen, dan menjaga kesuburan tanah. Dengan memilih tanaman pendamping yang tepat dan menerapkan teknik perawatan yang baik, hasil panen bisa lebih optimal dan beragam. Penerapan metode ini tidak hanya menguntungkan petani secara ekonomi, tetapi juga lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.